berjuang bersama menuju peradaban emas

KabarIndonesia Tiga setengah abad berada di bawah penjajahan Belanda
yang sangat tidak beradab telah membuat
bangsa Indonesia tumbuh
menjadi bangsa yang “rendah diri”. Meskipun sudah lebih dari 60
tahun merdeka, tetapi sindrom “mental bangsa terjajah” ini tetap
belum hilang. Masih saja merasa diri belum sejajar dengan bangsa
lain.

Satu contoh sederhana keminderan ini terlihat dari diskriminasi
tingkat gaji yang sangat tinggi antara expatriate dan anak negeri
sendiri. Para expatriate di Indonesia digaji 10 kali lipat dari
orang Indonesia meskipun dengan tingkat pendidikan, kemampuan,
tanggung jawab dan kinerja yang sama.

Seorang foreign engineer di Jakarta misalnya, menurut standar
Bappenas, mendapatkan gaji sekitar US $5.000,00 per tahun.
Sebaliknya orang Indonesia, dengan kualifikasi sama hanya menerima
sebesar $500,00 saja. Tidak jarang dalam suatu proyek, meskipun
dengan kualifikasi pendidikan lebih tinggi semisal MSc atau PHd,
orang Indonesia digaji tetap lebih rendah dari expatriate yang cuma
BSc
(Rahardjo,2006) .

Di samping gaji tinggi, biasanya expatrite juga mendapat berbagai
fasilitas berlimpah seperti berkantor di kawasan segitiga mas
(Sudirman, Thamrin dan Kuningan), tempat tinggal di apartemen mewah,
keanggotan di club-club olah raga dan hiburan elite dan lain-lain.

Intinya mereka sangat dimanjakan, sehingga tidak salah kalau
dikatakan Indonesia adalah syurga bagi para expatriate.
Sebenarnya tidak masalah jika expatriate digaji sedemikian tinggi
jika memang memiliki kemampuan unik yang tidak dimiliki oleh orang
Indonesia dan betul-betul dibutuhkan. Tetapi jika kemampuan dan
kinerja sama, lalu digaji lebih tinggi hanya karena statusnya bule,
sungguh tidak logis menurut cara fakir orang yang berjiwa “merdeka”.

Jika pemerintah atau perusahaan harus membayar mahal hanya untuk
status ke-bule-an saja, bukankah ini standar yang sangat stupid.
Ketika jasa seseorang dihargai cuma 1/10 dari
koleganya, hanya
karena dia orang INDONESIA, berarti sungguh malang menjadi orang
Indonesia.

Mirisnya lagi, yang mengeluarkan standar gaji yang sangat
diskriminatif ini adalah Bappenas-Pemerintah Indonesia sendiri.
Berarti pemerintah Indonsia melecehkan rakyatnya sendiri, menganggap
bodoh bangsanya sendiri. Ini sungguh bertolak belakang dari peran
yang seharusnya dimainkan oleh pemerintah.

Bukankah pemerintah suatu negara seharusnya menyokong rakyatnya,
mendorong mereka supaya bisa maju, jika belum mampu difasilitasi
supaya mencapai kualifikasi sama dengan expatriate. Singkatnya
memberi kesempatan seluas-luasnya kepada anak bangsa untuk bisa
berkembang dan mengekspolasi potensinya.

Kenyataan di lapangan menunjukkan tidak selalu yang bernama bule
lebih pintar dari orang Indonesia. Banyak diantara mereka memiliki
kemampuan biasa-biasa saja. Malah mungkin di negaranya berada pada
lapis ke-3 atau
4, tapi di Indonesia mereka disanjung sedemikian
rupa, mendapatkan posisi yang sangat bagus dan hidup mewah.

Keadaan ini tidak hanya berlaku di dunia bisnis, tetapi juga pada
proyek-proyek pemerintah. Suatu kali tim peneliti dari UGM mendapat
tugas membuat perencanaan daerah wisata pulau Jemur, di Kabupaten
Rokan Hulu Riau. Sebagai arsitek dan perencana local, tim ini hanya
mendapat dana sebesar 500 juta rupiah untuk jangka waktu 6 (enam)
bulan. Sementara ada satu kabupaten lain yang lebih percaya pada
konsultan dari Singapura harus mengeluarkan anggaran sebesar 3
milyar rupiah.

Saat hasil penelitian dan perencanaan sama sama dipresentasikan,
ternyata perencanaan yang dibuat tim peneliti UGM tidak kalah bagus
dari konsultan Singapura yang dibayar enam kali lipat lebih tinggi.
Malahan perencaanan UGM terlihat lebih menyentuh apa yang dibutuhkan
masyarakat karena mereka memadukan dengan metode
Partisipatory
Planning sehinga mereka tahu betul apa keinginan masyarakat.

Sebenarnya kita sendiri yang menempatkan para expatriate pada posisi
yang sangat tinggi, menyanjung mereka sedemikian rupa, begitu
percaya dan yakin mereka lebih baik, dan lebih berkualitas.
Sebaliknya tidak memberi perlakuan sama kepada bangsa sendiri.
Secara umum di seluruh dunia, expatriate memang digaji lebih tinggi
dari pekerja lokal, namun perbedaannya tidak separah di Indonesia.
Di Silicon Valley misalnya, gaji seorang software engineer
(expatriate) dua kali pekerja lokal, termasuk jika expatriate-nya
orang Indonesia (Patriawan, 2006).

Pemerintah Indonesia sepertinya tidak yakin dengan kemampuan
sendiri. Inilah warisan mental Inlander (sindrom minder, rasa rendah
diri, dan inferior) dari Belanda (Yulianto, 2007). Padahal fakta
membuktikan banyak anak-anak Indonesia yang brilliant malah
dimanfaatkan oleh orang luar
negeri. Bukankah banyak jebolan ITB
yang menjadi enginer-nya perusahan-perusahan minyak dunia di Houston
misalnya, yang dikenal sebagai kota minyak dunia. Itu membuktikan
kalau kualifikasi anak Indonesia, sama sekali tidak kalah dengan
yang bernama bule.

Mereka adalah aset bangsa yang sangat berharga, dimana potensi
mereka seharusnya dimaksimalkan untuk membangun bangsa. Yang
terjadi malah mereka “disia-siakan” , dan dimanfaatkan negara lain.
Bukankah lebih baik memanggil mereka pulang dan memberi penghargaan
yang sama sebagaimana layaknya expatriate, ketimbang menggaji orang
asing. Ibarat memberikan sumbangan, lebih baik kepada saudara
sendiri dahulu baru kepada yang lebih jauh.

Disamping perlunya memberikan kesempatan yang sama kepada putra-
putri dalan negeri sendiri, seharusnya pemerintah sangat berhati-
hati dalam pemakaian expatriate , terutama untuk bidang perencanaan.
Persoalannya bukan hanya
sekedar pembayaran yang jauh lebih tinggi,
tetapi menyangkut aspek lain yang lebih luas. Perlu digarisbawahi,
pada proyek-proyek pemerintah, masuknya para expatriate ke Indonesia
bukan karena sebuah rekruitment terbuka.

Mereka adalah “AGEN-AGEN” yang dipekerjakan oleh pemerintah dari
negara mereka, lalu ditempatkan pada lembaga lembaga strategis di
Indonesia, khususnya dalam bidang-bidang perencanaan.

Sebagaimana diketahui, fondasi dari sebuah pembangunan baik fisik
maupun mental adalah pada aspek perencanaan. Ketika para expatriate
berada pada posisi perencanaan, maka dengn mudah mereka menyuntikkan
virus virus kapitalis didalamnya. Mereka memang sengaja dihadirkan
melalui proyek- proyek besar yang didanai oleh negara-negara asing.
Ini adalah dampak negatif bagi bangsa Indonesia yang perlu
diwaspadai oleh pemerintah.

Karena itu, perlu adanya perubahan paradigma yang menganggap bangsa
asing
(bangsa berkulit putih) lebih baik dari orang Indonesia.
Pemerintah juga sebaiknya segera melakukan pemetaan SDM yang
dimiliki Indonesia, baik menyangkut kuantitas maupun kualitas.
Dengan adanya statistik lengkap dan peta yang jelas tentang
penyebaran SDM Indonesia di berbagai disiplin ilmu, maka akan
didapatkan gambaran jelas tentang kekuatan SDM Indonesia.

Dengan kedua hal ini, diharapkan Bappenas-pemerintah – dapat merevisi
standarnya yang tidak rasional tersebut. dan menggantinya dengan
standar yang lebih mencerminkan jiwa merdeka sebuah bangsa. Lebih
jauh, pemerintah bisa mendapatkan keyakinan bahwa sebenarnya
tersedia cukup SDM dengan jumlah dan kualifikasi yang memadai,
sehingga tidak selalu harus bergantung pada expatriate. Pada
akhirnya diharapkan ibu pertiwi dapat menjadi syurga bagi anak
negeri sendiri.

Hari minggu pagi yang berawan mengawali acara “FOSMA dolanan banyu” yang bertujuan mengakrabkan mahasiswa angkatan 12 dan 13 dengan FOSMA. Acara yang diprakarsai divisi Litbang FOSMA ini telah direncanakan jauh hari sebelumnya oleh Puspita selaku ketua panitia. Pada pagi hari itu, tepat pukul 08.00, sekitar 40 orang anggota FOSMA berkumpul di LPP untuk berangkat bersama ke pantai Depok. Walaupun perut lapar, senyum tetap tersimpul dan keceriaan tetap terjaga pada peserta acara selama proses pemberangkatan dan perjalanan.

Sesampainya disana, kita disambut dengan sebungkus nasi kuning yang masih hangat. Sehingga acara pertama pada   “FOSMA dolanan banyu” adalah makan. Setelah perut terisi dan energy yang hilang selama perjalanan telah kembali, acara dilanjutkan dengan games-games menarik yang dibuat oleh panitia. Peserta yang hadir dibagi menjadi 6 kelompok yang terpisah sehingga tiap orang dapat menambah daftar temannya. Pembagian ini dilakukan untuk membuat seluruh  peserta saling mengenal satu sama lain sehingga dapat menciptakan keakraban dalam intern FOSMA.

Games-games menarik pun dimulai. Game pertama yang diberikan panitia adalah kereta balon. Game ini mengaharuskan menjaga balon yang ditaruh di dada dan punggung peserta, yang berderet ke belakang per kelompok, tidak terjatuh sambil berjalan menuju garis finish dengan mata tertutup. Disini kita dilatih untuh melakukan kerjasama yang baik dalam mengatur pergerakan kita dan juga melaih kita dalam mendengarkan perintah karena disini team leader mengarahkan kelompoknya agar tidak terjatuh balonnya dan mencapai garis finish. Walaupun ada yang kalah dan menang dalam game ini namun tawa canda para peserta semakin renyah. Game kedua tidak kalah menarik, game ini dinamakan membawa aqua. Nama game yang simpel ini tidak mencerminkan permainnanya yang sulit. Game ini mengaharuskan kita membawa gelas aqua yang berisi air dari satu titik ke garis finish dengan menggunakan plastic, tanpa menyentuh gelas aqua tersebut. Dan game terakhir adalah game tradisional yang masih sangat menghibur yaitu lomba balap bakiak. Seiring dengan game-game yang berlangsung, para peserta mulai akrab satu sama lain dan tawa canda pun semakin lepas. Setelah serangkain game selesai, acara dilanjutakan dengan bermain bola. Permainan bola ini tidak berlangsung lama karena peserta tidak terbiasa bermain di medan pantai yang berat.

Waktu shalat dzuhur pun tiba, para peserta shalat di masjid yang ada di Pantai Depok dan dilanjutkan makan siang bersama. Acara pun ditutup dengan do’a setelah perkenalan mahasiswa angkatan 12 dan 13 serta panitia.

-dify-fosma attacking depok!!!

Walaupun  Jogja diguyur hujan namun tidak mematahkan semangat para pencari ilmu FOSMA yang hadir dalam pengajian rutin FOSMA di Kediaman Diffy yang dihadiri sekitar 60 orang. Rumah Diffy yang berada di daerah taman siswa cukup membuat  anggota FOSMA  kebingungan dan lama di jalan. Ini dikarenakan sebagian besar anggota FOSMA hidup di daerah utara Jogja (Jakal dan sekitarnya) yang mebuat mereka menempuh jarak yang jauh dan tidak menguasai medan. Akan tetapi halangan itu tidak menciutkan niat dari teman-teman FOSMA dalam mencari ilmu di pengajian kita.

Karena diguyur hujan, acara yang direncanakan dimulai pukul 18.00 tepat jadi harus diundur hingga pukul 19.00. Ini pula yang menyebabkan Ustadz yang telah kita undang terpaksa berhalangan  hadir dalam pengajian kita. Beruntunglah kita mempunyai generasi penerus  Ustadz dan salah satunya adalah Akh Fika dari divisi kerohanian. Pada pengajian ini akh Fika menjelaskan banyak tentang generasi penerus Islam. Ceritanya dimulai dengan nabi Ibrahim sehingga dikaitkan dengan Hari Kurban dan keikhlasan . Nabi Ibrahim mencetak keturunan-keturunan terbaik yang dapat dijadikan panutan oleh kita umat Islam. Keturunan Nabi Ibrahim itulah yang mencetak generasi penerus yang terbaik sehingga  tercapai zaman keemasan Islam.  Oleh sebab itulah,kita disini yang telah dibekali ilmu ESQ, mempunyai kewajiban untuk mnyebarkan ilmu kita dan mencetak keturunan terbaik sehingga tercipta generasi penerus yang dapat membawa Indonesia menjadi Indonesia Emas dan membawa dunia menjadi dunia emas. Setelah itu,acara  ditutup stelah beberapa pengumuman dan pengenalan mahasiswa angkatan baru ESQ.

-diffy-

Ayo dateng...

Ayo dateng...

Mari temen-temen kita datang ke pengajian kita. Jangan lewatkan kesempatan untuk menambah ilmu kita ini. ayo dateng….

-salam 165-

Fosma minggu ini hadir dengan berbagai acara yang seru dan sangat direkomendasikan untuk diikuti. Setelah ketua baru dilantik, minggu inilah pertama kali fosma memiliki kegiatang yang sangat padat dalam satu minggu. Sang ketua kita Halim sangat berjasa besar dalam memanage teman-teman pengurus sehingga dapat terus semangat dalam bekerja. Berilkut jadwal acara dan deskripinya :

a. pengajian rutin FOSMA

tanggal : 27 Nov ’08

tempat  : Rumah Diffy ( jl. surakarsan no. 1c )

waktu    : 18.00

b. Futsal rutin Fosma

tanggal : 28 Nov ’08

tempat  : pelle ( waiting confirm)

waktu    : 20.00 ( waiting confirm)

c. FOSMA dolanan banyu

tanggal : 30 Nov ’08

tempat  : pantai Depok ( kumpul di LPP )

waktu    : 06.30

selain itu ada juga acara Gemah (Gerakan Moral Asmaul Husna) yang merupakan masih kerabat dari FOSMA pada:

tanggal : 29 Nov ’08

tempat  : UNY

waktu    : 07.00

informasi lengkapnya untuk masing-masing acara dapat di postingan selanjutnya. Datang ya pokoknya…

-salam 165-

Alhamdulillah setelah pada hari Senin, 13 Oktober 2008 Ketua FOSMA 2007/2008 Agung Haryo Utomo a.k.a Aryo membacakan LpJ di depan para anggota FOSMa, maka selanjutnya kmren (14/10) muncullah pembacaan visi dan misi dari 2 calon ketua FOSMA, yaitu Danto Adityo dan Muhammad Halim Febrianto, Kedua calon ketua memaparkan visi misi dan motivasi mereka untuk memimpin FOSMA dalam waktu 1 tahun ke depan, dan berikut ini adalah profil dari kedua Calon ketua FOSMA


Calon 1
Muhammad Halim Febrianto a.k.a Dung-Dung, dilahirkan di Banjarmasin, 2 Februari 1985, dibesarkan di Banjarmasin, dan menyelesaikan masa SD hingga SMU di Banjarmasin, sampe sekarang masih aktif sebagai mahasiswa di Fakultas Psikologi UII

Visi:
Terwujudnya FOSMA yang memiliki struktur kuat sehingga bisa menjadi pelayan bagi anggota nya untuk membentuk dan meningkatkan kepribadian Islami dan kemampuan Intelektual demi terwujudnya Indonesia Emas

Misi :

  1. Mempertahankan serta melakukan sedikit perbaikan mulai dari segi kepengurusan dan kegiatan rutin dari yang telah di wariskan kepengurusan terdahulu.
  2. Menguatkan dan memaksimalkan koordinasi antar bidang agar tidak terjadi salah komunikasi antar bidang yang akan mengurangi fungsi FOSMA sebagai pelayan bagi anggota nya.
  3. Menyediakan satu bidang khusus yang akan mendata dan mengurus seluruh anggota FOSMA., agar membantu FOSMA sebagai pelayan bagi anggotanya, juga dimaksudkan sebagai kaderisasi di FOSMA.
  4. Menyediakan sebuah bidang khusus yang berfungsi sebagai penasehat bagikepengurusan yang akan datang.
  5. Memperbanyak berbagai workshop dan seminar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa saat ini sebagai wujud FOSMA untuk meningkatkan kemampuan Intelektual anggotanya demi terwujudnya Indonesia Emas.
  6. Mempererat dan memperbanyak kerja sama dengan berbagai kampus dan instansi dalam melaksanakan kegiatan FOSMA, guna memperkenalkan FOSMA kepada mahasiswa dan masyarakat umum.
  7. Menetapkan tanggal yang pasti untuk kegiatan rutin FOSMA, untuk memudahkan anggota dan sebagai salah satu usaha untuk memperbanyak anggota yang mengikuti kegiatan rutin tersebut.
  8. Mengadakan sebuah acara yang ide nya murni dari anggota FOSMA setiap dua bulan sekali, dan apabila memungkinkan akan di jadikan sebuah kegiatan rutin.

Calon 2 :

Danto Adityo, dilahirkan di Jakarta, 11 Januari 1988, dibesarkan di Riau, Semarang, dan Poso, menyelesaikan pendidikan menengahnya di SLTPN 12 Yogyakarta dan SMUN 3 Yogyakarta, dan sampe sekarang masih berstatus mahasiswa Teknik Elektro UGM

Visi : Terwujudnya generasi mahasiswa emas yang berpedang teguh pada 7 budi utama menuju Indonesia Emas 2020

Misi :

  1. Sebagai wadah silaturrahmi antar seluruh mahasiswa alumni ESQ di Jogja pada khususnya dan bagi seluruh masyarakat Jogja pada umumnya
  2. Menumbuhkembangkan soft skill dan semangat berorganisasi di antara para anggota dan pengurus Fosma Jogja.
  3. Secara aktif melakukan komunikasi, silaturahim, kerjasama dan ishlah dengan berbagai unsur atau kalangan mahasiswa / masyarakat untuk memperkokoh kebersamaan.
  4. Berpikir global bertindak lokal. Dengan berpikir secara luas dan menyeluruh diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap bangsa dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif bagi anggota dan elemen masyarakat.
  5. Menjadi Organisasi yang mandiri secara finansial dengan memberdayakan potensi-potensi anggota dan melakukan kerja sama yang saling menguntungkan dengan pihak lain.
  6. Menjadi sebuah media dakwah yang cukup efektif di kalangan mahasiswa maupun di masyarakat pada umumnya
  7. Meningkatkan nilai-nilai religius dalam jiwa mahasiswa, yang juga dibarengi dengan rasa empati terhadap persoalan-persoalan sosial masyarakat.

Maka dari itu kawan-kawan, jangan sia-siakan hak pilihmu, Mari berbondong-bondong datang ke TPK (Tempat Pemilihan Ketua) yaitu pada Hari Kamis, 16 Oktober 2008 di PP ESQ DIY dan Sekitarnya mulai pukul 09.00 – 15.00..Ayooo rame-rame berikan suaramu..demi masa depan FOSMA 165 DIy yang kita cintai ini..jangan lupa yaa bawa Kartu Alumni ESQ -nyaaa..

Alhamdulillaahirobbil ‘alamiiin…
Perpustakaannya dah Jadiiii…!!!

Bulan Juli kemaren.., Fosma 165 DIY bekerjasama dengan Unilever Foundation, membuat sebuah program sosial yang merupakan kelanjutan dari Workshop CSR yang telah 3x diselenggarain ama FOSMA 165 DIY..
Programnya… bikin perpustakaan dan pemberdayaan anak plus istri petani kedelai hitam di daerah Medelan, Bantul Yogyakarta.

Finally oh finally… pertengahan bulan September ini, ntu perpustakaan dah selesai dibangun dan siap launching di bulan selanjutnya!!! heheeee…

Pas tgl 23 September kemaren, temen2 perwakilan dari pengurus FOSMA periode ’07/’08 berama-ramai berangkat ke lokasi buwat ngirim ratusan buku yang sudah beberapa waktu lalu dikirim oleh Unilever, sampe disana, kami ketemu sama tim pustakawan yang sudah kami bentuk sebelumnya (Thanks to Yoppie and all Kendiers), dan kami mulai loading buku ke Perpus-nya..

karena pengerjaan rak buku belum selesai, maka buku-buku kami letakkan di bawah terlebih dahulu, dan kami juga bikin deal sama tim pustakwan dan perwakilan pemuda, bahwa peresmian perpustakaan secara resmi akan dilakukan di Bulan Oktober, pas acara Oktoberan (fyi : di daerah Medelan ini pada Iedul Fitri tidak ada perayaan tertentu, perayaan justru dilaksanakan pada Bulan Syawal minggu-minggu kedua-ketiga, nah karena pada tahun ini jatuh pada Bulan Oktober, maka dinamakan lah Oktoberan hehehe)

Sekian dulu laporan dari bumi Bantul, keep discovering our action..

Semangat!!

P.S : Big Thanks buat Yoppie, Manu. Yudha dan segenap temen-temen Kendi maupun FOSMA yang sudah banyak membantu sehingga gagasan ini dapat menjadi nyata..Semoga ALLAH membalas setiap detik yang kalian curahkan untuk perjuangan ini..Amiin

salam kami


Assalamualaikum wr wb
Alhamdulillah..akhirnya fosma165diy 'mengudara' kembali di dunia maya..untuk segala tulisan, artikel, masukan, kritik dan saran bisa dikirim ke fosmajogja@yahoo.com
tunjukkan ekspresimu dab!! :)
wassalamualaikum wr.wb

August 2016
M T W T F S S
« Dec    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

Blog Stats

  • 24,402 hits
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.